Saturday, January 22, 2011

Legenda Imlek - Versi ChinaA2Z.com

Tahun Baru Cina / Imlek sekarang juga populer dikenal sebagai Festival Musim Semi karena dimulai dari permulaan datangnya musim semi (Beginning of Spring). Asal mula sudah terlalu tua untuk ditelusuri, namun beberapa penjelasan coba diberikan.

Bagaimanapun, semua setuju bahwa kata Nian, yang dalam bahasa modern China berarti "tahun", adalah berasal dari nama suatu makhluk buas (monster) yang akan memangsa orang pada saat permulaan tahun baru (kalender Cina).

Nian memiliki mulut besar yang mampu menelan sejumlah orang dalam satu terkaman. Nian selalu hidup di dasar laut, namun tiap perayaan Tahun Baru, dia akan bangkit ke permukaan laut dan menyerang binatang maupun manusia. Penduduk sekitar akan sangat ketakutan. Jadi mendekati tiap perayaan Tahun Baru, semua penduduk akan mengungi ke gunung untuk menghindari serangan Nian.

Pada suatu perayaan Tahun Baru, ketika semua orang sedang berkemas untuk mengungsi seperti biasanya, ada seorang tua yang datang menawarkan bantuan untuk mengusir Nian. Semuanya tentu tidak percaya, namun orang tua tersebut tetap berkeras membantu dan penduduk gagal membujuknya untuk mengungsi. Akhirnya, tinggallah si orang tua tersebut sendiri menunggu Nian.

Dan akhirnya Nian menyerang masuk ke pedesaan seperti biasanya, dimana si orang tua sudah menunggu dalam persembunyian. Tiba-tiba orang tua tersebut menyalakan banyak mercon, menimbulkan suara keras yang akhirnya membuat takut si Nian untuk bergerak lebih jauh. Si orang tua kemudian keluar sambil tertawa sekeras-kerasnya, Nian berubah pucat dan melarikan diri dalam ketakutan.

Hari berikutnya, ketika penduduk kembali.. mereka tidak menemukan satu kerusakan apapun. Hal ini mengherankan mereka. Mereka tidak menyadari bahwa orang tua tersebut sebenarnya adalah seorang dewa. Sekarang Nian sudah pergi dan penduduk desa bisa menikmati hidup mereka dalam kedamaian. Sebelum orang tua pamitan, dia menyuruh semua orang untuk memasang dekorasi dengan kertas merah pada pintu-pintu maupun jendela mereka tiap akhir tahun untuk menakuti si Nian jikalau dia muncul kembali, karena merah adalah warna yang paling ditakuti Nian.

Semenjak hari itu, tradisi memperingati kemenangan atas Nian diperingati dari generasi ke generasi. Istilah "Guo Nian", yang berarti "Selamat dari Nian" akhirnya menjadi "Menyambut datangnya Tahun Baru". Kata "Guo" dalam bahasa Cina mengandung arti baik sebagai "mencermati" maupun "melewati".

Dan yang paling penting, tradisi menempelkan kertas merah dan menyalakan mercon untuk menakuti Nian - jika suatu saat dia kembali - menjadi tradisi yang paling seremonial pada saat "Festival Musim Semi".

Sumber
http://china.chinaa2z.com

0 comments:

Post a Comment